Larissa Franca Mycenae

Florist who can Heal you

Etiam dui varius

Λάρισσα Lārissa also known as Neptune VII, is the fifth-closest inner satellite of Neptune. It is named after Larissa, a lover of Poseidon (the Greek equivalent of the Roman god Neptune)

Personal Information  
Full NameLarissa Franca Mycenae 
AliasesLarissa, Neptune VII, Ms. Franca 
NicknameFran, Riss, ChaCha 
Identity / ClassNatural Satellite, Celestial Being 
Occupationdancer, singer (former)Florist (currently)
AffiliationsPlanets, moons, the Greeks 
EnemiesLord Sun and his subordinateGreek's Gods
GenderFeminine 
SexualityBisexual, Demi-Romantic 
Birthday16 September 
ZodiacVirgo 
Known RelativesNeptune (Father), Triton (Brother), Nereid (Sister), Proteus (Brother) 
Hair ColorSoft Pink 
Eyes ColorMagenta 
Height178 cm 
Weight59 kg 
Face ClaimChloris from For the Goddesses: for Daphne 
Voice ClaimSaori Hayami 

Penampilan dan PersonalitiLarissa digambarkan sebagai seorang gadis dengan rambut merah muda lembut dan mata magentanya yang memancarkan ketenangan dan kasih sayang. Tubuh rampingnya senantiasa dibalut dengan gaun putih yang khas dan senyum yang tak lekang menghias peroman.Seorang gadis muda yang bagaikan angin yang bertiup di padang rumput. Di hadapannya, siapa pun akan merasa lega—seorang yang benar-benar tulus. Terkesan rapuh dan tak berdaya, meski sesungguhnya ia adalah gadis yang sangat tangguh.Meskipun merupakan personifikasi bulan, Larissa tidak pernah membenci manusia. Sebaliknya, ia sangat menyayangi mereka hingga melampaui batas alami. Ia mencintai bumi, mencintai manusia, menyukai hal-hal manis serta lucu, dan mencintai laki-laki. Naturnya yang merupakan 𝑐𝑒𝑙𝑒𝑠𝑡𝑖𝑎𝑙 𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 tak pernah membuatnya merasa harus jaga jarak dengan para earthlings.Berbeda dengan saudara-saudaranya yang cenderung keras terhadap sang ayah, Larissa cenderung mendengarkan keluh-kesah sang ayah dan mampu menenangkan sang ayah. Ia juga setuju dengan pendapat sang ayah bahwa tak semestinya mereka bertempur melawan Mentari dan antek-anteknya. Kendati demikian, Larissa tak dapat menghindari takdirnya untuk bertarung dengan mereka. Pun dengan para dewa-dewi Yunani.

latar belakang
Pada suatu masa Larissa datang ke bumi pada abad ke 8 sebelum masehi, tepatnya di kota kuno Tessalonika di Yunani. Ia waktu itu hanya mengenalkan dirinya sebagai ‘Larissa’ saja pada orang-orang di sekitarnya dan berkata bahwa ia tengah mencari-cari ayahnya yang lebih dulu turun ke bumi.
Pada masa itu, kekacauan terjadi di mana-mana dan membuat sang bulan terguncang. Sang bulan yang bingung untuk beradaptasi dengan kehidupan bumi, sempat mengurung diri sekian lamanya di lautan untuk menyembunyikan keberadaannya dari para earthlings. Namun, ia terusik dengan perilaku dewa-dewi Yunani pada masa itu yang selalu membuat para earthlings menderita dengan berbagai kebijakan mereka yang kadang tak masuk akal.Ia sempat berseteru dengan mereka, namun atas bujukan Poseidon, Larissa memilih untuk pulang kembali ke luar angkasa. Menghentikan perseteruannya dengan para dewa. Meski ia menyesal karena belum dapat menemukan ayah yang sangat ia sayangi.Setelah sekian lama berada di angkasa, ia datang kembali ke bumi. Kali ini di era modern dan ia berusaha untuk membuka hatinya dengan para earthlings. Pribadinya yang dinamis membuatnya mudah berbaur dengan orang-orang di sekitarnya, dan diterima dengan baik.Berbekal pengetahuannya akan bunga-bunga beserta arti di balik bunga, ia pun menjadi seorang florist dengan satu syarat yang ditetapkan olehnya ketika menggratiskan bunga yang ia jual. Yakni orang tersebut harus menukarnya dengan satu cerita. Dengan begitu, ia bisa mengetahui apakah orang-orang itu mengenal ayahnya ataukah tidak. Karena ia sangat merindukan sang ayah dan kehangatannya.Mengemban tugas sebagai salah seorang Neptunian, ia tentu tak lupa untuk melindungi bumi. Namun, Larissa memilih caranya sendiri untuk melawan sang nenek dan antek-anteknya. Ia berharap, perjalanan panjangnya kali ini membuahkan hasil yang menggembirakan baginya.